Poster Design Food Photography

easy strawberry banana pudding recipe no bake dessert in 30 minutes

:

Poster Design Food Photography Sekitar 1100 karyawan dirumahkan oleh perusahaan e-commerce ini, apa penyebabnya? Mercedes Launch New Design Philosophy

Diterbitkan 23 September 2015, 13:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Best Social Media Post Design CloneAGC, Chicago - Salah satu Launch Ceremony Effects global ternama, Blog Page Examples Animals, dikabarkan akan melengserkan sekitar 1100 karyawan - atau sekitar 10 persen dari total tenaga kerjanya pada tahun ini. Bahkan, perusahaan yang didirikan sejak 2008 tersebut juga akan menutup cabang operasionalnya di tujuh negara.

Menurut informasi yang dilaporkan laman USA Today, Rabu (23/9/2015), selama beberapa tahun terakhir ini Groupon mengalami pasang surut finansial. Chief Operating Officer (COO) Groupon, Rich Williams, mengumumkan perumahan karyawan dan penutupan cabang operasional pada Selasa kemarin, 22 September 2015.

Williams mengungkap, karyawan Groupon yang akan di-PHK tidak akan terjadi secara instan. Namun, jumlah karyawan akan `tereliminasi` secara perlahan. Puncak pemotongan karyawan diprediksi akan berakhir pada September 2015. Untuk saat ini, Groupon memiliki total 11,800 karyawan di seluruh dunia.

Pasang surut finansial yang dialami Groupon mulanya terjadi pada pertumbuhan pendapatan yang begitu pelan, apalagi Groupon juga mengalami efek kenaikan dolar yang sangat berdampak tidak baik.

Jumlah pendapatan perusahaan ini, jika dihitung secara keseluruhan hanya terpatok di angka 43 persen dari tahun 2014. Dengan demikian, Groupon harus melakukan restrukturisasi cabang operasional di luar Amerika Serikat. Cabang operasional yang ditutup melingkupi Maroko, Panama, Filipina, Puerto Rico, Taiwan, Thailand, dan Uruguay.

Bulan lalu, Groupon menyegel cabang operasionalnya di Yunani dan Turki. Selain itu, perusahaan ini juga berencana menjual saham cabang bisnisnya, Ticket Monster, sebuah perusahaan mobile-commerce yang berlokasi di Korea Selatan, dengan nilai US$ 360 juta atau sekitar Rp 5,2 triliun.

"Kami telah memikirkan hal ini secara matang. Kami melihat bahwa investment yang dilakukan nyatanya membutuhkan kami untuk lebih memanfaatkan teknologi, tools, dan marketplace untuk semua cabang operasional kami yang berada di lebih dari 40 negara. Hal tersebut rupanya tidak sebanding dengan apa yang kami dapat pada saat ini," kata William.

"Kami percaya, keputusan yang kami buat akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Kami harus lebih fokus ke sumber daya manusia dan nilai dolar di beberapa negara di mana kami beroperasi," tambahnya.  Product Launch Presentation Examples 4 Products

Best Grid Instagram Post (jek/isk) Social Media Product Illustration Posts

Product Launch Chart Template   Apple Announcement