Instagram Search Page

baymax nueva serie de grandes héroes tiene fecha de estreno y un

:

Instagram Search Page Iko Uwais terlahir dengan nama asli Uwais Qorny dan lahir di Jakarta 12 Februari 1983. Image For A Blog Post About Writing

Diterbitkan 01 April 2014, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Small Business Credit Cards Fair Credit CloneAGC, Jakarta Sekuel film Top Gear Laughing Meme, What Does A Facebook Post Look Like sudah diputar di bioskop dan banyak mendapatkan tanggapan positif. Aktor Color Story Wall pun kembali menjadi bintang dengan akting pencak silat tradisionalnya.

Sosok Iko Uwais memang menjadi yang terbaru ketika dunia perfilm-an Indonesia pernah memiliki aktor laga seperti Barry Prima, Advent Bangun, George Rudy dan lainnya. Kini, setiap film yang dibintangi Iko banyak terdapat adegan perkelahian ala pencak silat.

Iko Uwais terlahir dengan nama asli Uwais Qorny dan lahir di Jakarta 12 Februari 1983. Iko dibesarkan di lingkungan Betawi (penduduk asli Jakarta). Sejak berusia 10 tahun ia belajar seni bela diri tradisional Indonesia, pencak silat, di perguruan asuhan pamannya, Tiga Berantai, yang beraliran silat Betawi. Communication Blog Examples

SpaceX Rocket Launch Wallpaper
http://cdn-e.production.liputan6.static6.com/medias/658138/big/iko-uwais1.jpeg?t=346137738 Product Launch Road Map Theme In Blue

Drop Down Read More Article
Pada tahun 2003, Iko meraih posisi ketiga pada turnamen pencak silat tingkat DKI Jakarta. Pada tahun 2005, ia menjadi pesilat terbaik dalam kategori demonstrasi pada Kejuaraan Silat Nasional.

Awalnya, penggemar film-film yang dibintangi Jacky Chan ini ingin menjadi atlet sepak bola. Kala masih menjadi atlit sepakbola dirinya berposisi sebagai gelandang. Namun sayang, sekolah sepak bola dimana dirinya bernaung mengalami kebangkrutan, sehingga ia memantapkan diri untuk lebih mendalami pencak silat.

Pilihan ini pun membawa Iko memenangkan Juara 3 di Turnamen Pencak Silat Provinsi Jakarta tahun 2003 dan pemain terbaik dalam kategori Demonstrasi di Kejuaraan Silat Nasional 2005. Dari silat pula, Iko sempat melanglang buana ke berbagai negara seperti Inggris, Rusia, Laos, dan Perancis. 5 Rebate Credit Card

How To Read A Resaech Article
http://cdn-e.production.liputan6.static6.com/medias/658139/big/iko-2.jpg?t=1324716296 Chase Business Card Design

Apple Event November 10 Di tengah aktivitasnya sebagai pemain silat, Iko sempat bekerja sebagai seorang sopir truk di sebuah perusahaan provider telekomunikasi. Hal itu dilakukannya sebagai dari usahanya mencari uang.

Silat jugalah yang kemudian mengubah haluan hidup Iko, dari seorang sopir menjadi seorang bintang film laga seperti sekarang. Semua itu bermula dari kunjungan Gareth Evans, sutradara asal Wales, ke tempat latihan Iko bersama teman-teman seperguruannya. Gareth yang sedang membuat film dokumenter tentang pencak silat tertarik dengan profil Iko.

Saat merekam adegan demi adegan, Gareth merasakan kharisma alami Iko yang kuat di depan kamera, dibandingkan teman-temannya. "Entah, kenapa saat pengambilan gambar dan wawancara lensa kamera lebih sering mengarah ke saya," terang Iko. Instagram Post Description

Mock Instagram Post Baca berita terkini dan terpercaya di Your Custom Clothing Soft Launch Email Template

Signature Fonts For Instagram

Tidak tanggung-tanggung, Gareth yang mulai mencintai pencak silat langsung melobi Iko untuk menjadi pemeran utama dalam film seni bela diri pertamanya yang menghadirkan pertarungan silat, Merantau.Iko mengaku senangnya luar biasa, saat tawaran itu dipercayakan kepadanya. Apalagi, film yang diangkat tentang pencak silat. Merantau sendiri merupakan sebuah tradisi yang masih ada di Minang, Sumatra Barat, di mana seorang anak laki-laki yang menjelang dewasa wajib menjalankan ritual religi merantau ke pulau seberang untuk mencari jati dirinya.Meski baru pertama kali terlibat akting, namun Iko mengaku tak begitu direpotkan dengan adegan action. Kesulitannya hanya menghafal logat Sumatera Barat, itu dia rasakan sulit sekali karena Ia orang Betawi asli. Semula Iko sempat bingung ketika akan menjalani syuting, namun Gareth meyakinkan untuk berakting menjadi diri sendiri. Kekhawatiran Iko semakin pupus ketika ia bertemu Christine Hakim, aktris yang berperan sebagai ibunya di film itu. Christine, disebut Iko, banyak membimbingnya dalam soal akting. "Setiap ketemu dia selalu memeluk dan mencium pipi saya. Ia memperlakukan saya seperti anaknya sendiri, dan itu sangat bermanfaat ketika syuting dilakukan. Suasananya jadi tidak kaku, benar-benar seperti keluarga," kata Iko.

Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan