The Post Journalists Step Down From Editorial Board

white house will decide which journalists get access to it in an for gaza s journalists war coverage and personal grief are one story new york post editorial board demands journalists be held accountable list of sunday post journalists and reporters with contacts list of sunday post journalists and reporters with contacts two washington post journalists step down from editorial board in new york post editorial board calls for accountability for journalists list of new york post journalists and reporters with contacts citizen journalists step in to help ruidoso washington post journalists and columnists discuss 2024 elections c journalists step in where platforms have no answers orissapost abc journalists call for head of content to step down over as local news declines student journalists step up accutrain white house will decide which journalists get access to it in an white house will decide which journalists get access to it in an white house will decide which journalists get access to it in an in mozambique journalists step up effort to combat false information the international women s media foundation honors post journalists with amid campus protests and trump s targeting of elite universities opinion iranian journalists niloofar hamedi and elahe mohammadi must as news deserts expand student journalists step up r goodnews citizen journalists step in to fill gaps where traditional media journalists step in to perform last rites of destitute woman in odisha foreign journalists step up push for access to gaza express fear for new york times editorial board asks biden to step down from 2024 ice agents take down lady justice june 21 editorial cartoons the week washington post journalists go on 1 day strike over contract talks behind the scenes crimson times journalists step into tv studio to journalists step into the fields to unearth uganda s coffee impact crimes against journalists awareness instagram post psd for 2nd dear journalists the public interest isn t just your preference when local news declines student journalists step up despite black owned media and tech company hero media launches platform that foreign journalists step up push for access to gaza express fear for foreign journalists step up push for access to gaza express fear for foreign journalists step up push for access to gaza express fear for foreign journalists step up push for access to gaza express fear for prime minister rishi sunak talks to journalists on board his campaign breaking xavi to step down as barca coach the momentum calling all future journalists the momentum is on lesotho journalists trained to champion the fight against child labour washington post archive photos and premium high res pictures getty images post office corporate 6 891 washington post archive stock photos high res pictures and inside the coup at the washington post puck washington post journalists go on one day strike the new york times hoogmade the netherlands 08 03 2022 farmers protesting the dutch flag step up tugsay journalists the tuguegarao city scribes facebook ang pamana the legacy added a ang pamana the legacy the echo 𝗧𝗛𝗘 𝗟𝗘𝗚𝗔𝗖𝗬 𝗖𝗢𝗡𝗧𝗜𝗡𝗨𝗘𝗦 𝘞𝘦 𝘮𝘢𝘺 𝘣𝘦 𝘧𝘦𝘸 𝘪𝘯 𝘯𝘶𝘮𝘣𝘦𝘳𝘴 𝘣𝘶𝘵 𝘸𝘦 𝘸𝘪𝘭𝘭 austin texas usa april 9 2024 legendary former washington post editor corps public media journalists association the editorial board mmmut in diversity there is beauty and there whirl of knowledge cultural populism in european polarised politics tug ani truth is the jugular vein of a healthy democracy step one in and mainstream journalists don t belong a step above car salespeople

:

For gaza s journalists war coverage and personal grief are one story Kopi diseruput perlahan-lahan. Dwiyatno yang sudah 10 tahun bertugas beranjak mandi. Tak disangka, itu seruputan kopi terakhir Dwiyatno. Editor corps public media journalists association

Diterbitkan 08 Agustus 2013, 00:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Kematian Aiptu Dwiyatno, yang kini berpangkat Ipda Anumerta, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Istri dan tiga anaknya tak hentinya menitikkan air mata ketika tubuh Dwiyatno berbalut kain kafan itu dimasukkan ke peristirahatan terakhir.

Tak ada lagi sosok pemimpin yang menakhodai rumah tangga. Tak ada lagi pribadi yang bertanggung jawab sebagai kepala keluarga. Dwiyatno sudah kembali kepada Sang Pencipta. Warsih (47), istri Dwiyatno tak bisa menutupi kesedihannya. Dia masih ingat, suami tercintanya itu berpesan tengah malam tadi.

"Dia minta dibangunkan pagi-pagi. Saya bangunkan pukul 03.00 WIB, pas sahur. Tapi tidur lagi," kata Warsih usai pemakaman Dwiyatno di Tempat Pemakaman Umum Griya, Pamulang Barat, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (7/8/2013). Warsih kemudian membangunkan kembali ayah dari Brigadir Polisi Dua (Bripda) Eko Widiyantoro itu. Usai menyantap sahur, Warsih kemudian membuatkan segelas kopi hitam untuk Dwiyatno.

Kopi diseruput perlahan-lahan. Setelahnya, Dwiyatno yang sudah 10 tahun menjadi anggota Bina Masyarakat (Binmas) Polsek Metro Cilandak Jakarta Selatan itu beranjak mandi. Ia hendak bertugas di wilayah Lebak Bulus. Termasuk mengisi ceramah di masjid. Memang itu tugasnya sebagai anggota Binmas, berbaur dengan masyarakat.

Seperti biasa, Subuh itu Dwiyatno pamit berangkat. Dengan sepeda motor dinas bernopol 2643-31 VII, ia tancap gas meninggalkan rumahnya pukul 04.00 WIB lewat. Nahas, rupanya itu terakhir kalinya Warsih melihat wajah suami yang sudah memberinya tiga orang anak itu. Kala itu, wajah Dwiyatno tampak cerah dan penuh senyum.

Tak ada firasat apa-apa Subuh itu. "Tahu-tahu dikabarkan Bapak sudah di UGD RS Sari Asih. Saya kemudian dijemput sama polisi, temannya Bapak," ucap Warsih sambil mengusap air mata di pipinya. Dwiyatno juga sempat meninggalkan pesan menjelang tidur. Almarhum berpesan agar zakat fitrah untuk anak yatim dan piatu serta tetangga yang sudah janda disiapkan. Maklum, Rabu ini adalah hari terakhir bulan suci Ramadan. Besok sudah Lebaran.

"Saya bilang sudah disiapkan fitrahnya. Tinggal besok dikasih," kata Warsih yang masih tak kuasa menahan tangis. Kini, Dwiyatno sudah kembali ke sisi-Nya. Warsih pun meminta agar setiap kesalahan suaminya dapat dimaafkan. Serta amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT. "Saya ucapkan terima kasih pada semua yang hadir di sini. Mohon dimaafkan jika ada banyak kesalahan," kata Warsih.

Tak hanya meninggalkan istrinya, Warsih, kepergian Dwiyanto juga meninggalkan 3 orang anak. Mereka adalah Bripda Eko Dwiyantoro yang kini bertugas sebagai Anggota Direktorat Shabara Polda Metro Jaya, Risa Dwi Wardani yang masih kuliah semester IV, dan Krisna Alingga Putra (13) yang baru masuk SMP.

Inspektur Polisi Dua (Ipda) Anumerta Dwiyatno menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal di dekat RS Sari Asih, Jalan Otista Raya, Sasak Tinggi, Ciputat, pagi tadi. Dia tewas ditembak saat hendak menuju tempat kerjanya sekitar pukul 04.30 WIB.

Dwiyatno yang mengalami luka tembak di bagian kepala belakang itu sempat dibawa ke UGD RS Sari Asih untuk mendapatkan pertolongan. Akan tetapi nyawanya tidak tertolong. Pelaku diduga menggunakan pistol kaliber 99 milimeter.

Pemakaman Dwiyatno dipimpin langsung Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Wahyu Hadiningrat. Sekitar pukul 13.30 WIB, jenazah ayah anak dua ini dikebumikan. Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo sudah melayat ke RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Dugaan awal, pelaku berjumlah dua orang. "Proyektil bersarang di pelipis. Diduga pistol kaliber 99 MM," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayuseno di Markas Polres Jakarta Selatan.

Dwiyatno dilaporkan sempat menerima telepon misterius, sebelum peristiwa itu terjadi. Entah dari siapa. "Memang benar ada telepon masuk sebelum berangkat ke masjid, sekitar jam 04.00 Subuh tadi. Tapi dari siapa saya kurang tahu," kata keponakan almarhum, Fendi kepada CloneAGC, Jakarta, Rabu (7/8/2013).

Polisi Jadi Target

Anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari menduga bahwa aksi penembakan, yang menyebabkan tewasnya anggota polisi sudah menjadi pola. Hal ini terjadi karena tidak ada koordinasi yang bersifat kelembagaan di Kepolisian.

"Sudah 2 kali terjadi di Ciputat dalam 10 hari ini. Saya khawatir ini sudah jadi pola," kata Eva dalam pesan singkatnya di Jakarta, Rabu (7/8/2013).

Eva menduga tidak ada koordinasi yang cermat antar-lembaga negara yang mempunyai unit anti-radikalisme. Akibatnya, pencegahan dan penindakan tidak efektif bagi pemberantasan terorisme.

Sebab menurut Eva, kejadian pertama korban polisi di Pondok Cabe, waktunya hampir sama. "Lalu pagi ini terulang, tentu menimbulkan tanda tanya. Kembali di lokasi yang berbeda," kata Eva.

Eva berduka dan simpati pada korban dan keluarga. Sehingga, jalan terbaik adalah polisi segera investigasi dan menemukan pelaku sehingga duduk perkara diketahui secara pasti. Termasuk persiapan antisipasi secara kelembagaan.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane prihatin dengan sejumlah aksi penembakan anggota polisi oleh orang tidak dikenal. Menurut dia, aksi-aksi penembakan ini disebabkan semakin tidak berwibawanya anggota polisi di mata masyarakat.

"Apalagi mereka melihat bahwa polisi-polisi sekarang sangat tidak terlatih dan terlalu gampang dipecundangi," kata Neta dalam keterangan tertulisnya. (Ism/Ary)

New york post editorial board demands journalists be held accountable Baca berita terkini dan terpercaya di Event Agenda Design Word The editorial board mmmut in diversity there is beauty and there