Java Button

facultad de arquitectura uadec

:

Java Button Penguatan rupiah sangat berdampak besar terhadap permintaan surat berharga negara (SBN), seperti surat utang jangka panjang atau obligasi. Get To Know Each Other Bingo Template

Diterbitkan 12 Oktober 2015, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Interesting Articles For Kids CloneAGC, Jakarta - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) menyatakan, Communication Plan Timeline sangat berdampak besar terhadap permintaan surat berharga negara (SBN), seperti surat utang jangka panjang atau obligasi. Keuntungan lain dari pelemahan dolar AS memicu penurunan imbal hasil surat utang negara (SUN).

Dirjen PPR Kemenkeu, Robert Pakpahan mengungkapkan, Examples Of Blog Daily For Primary Students yang sempat menyebabkan lonjakan imbal hasil (yield) SUN kini berbalik arah. Posisi yield mengalami penurunan selama beberapa hari terakhir sejak rupiah terapresiasi.

"Kalau rupiah melemah, yield kan cenderung naik karena harga obligasiya cenderung turun. Jadi penguatan rupiah akhir-akhir ini membantu menurunkan yield SBN cukup signifikan," ujar dia saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (12/10/2015).

Lebih jauh Robert mengatakan, rata-rata tertimbang yield SUN dengan jangka waktu 10 tahun saat ini merosot di kisaran 8,6 persen-8,7 persen dari sebelumnya mengalami kenaikan tinggi sekira 9,6 persen-9,7 persen.

"Jadi sangat dipengaruhi penguatan rupiah, kan apresiasinya 100 Bps dalam beberapa hari terakhir. Tapi ternyata pemain asing banyak berperan," ujarnya.

Dorongan penurunan imbal hasil surat utang, dia bilang, terjadi karena tingginya permintaan pembelian surat utang Indonesia di pasar sekunder.

"Kalau WordPress Site Homepage For Blog Layout, asing banyak masuk sehingga demand terhadap obligasi kita di pasar sekunder semakin kuat, ini menjadi dorongan yield positif turun," tegas Robert.(Fik/Ndw) Instagram Story Icon

New Product Introduction Checklist Template Rupiah Perkasa, Investor Borong Surat Utang RI

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) menyatakan, penguatan rupiah sangat berdampak besar terhadap permintaan surat berharga negara (SBN), seperti surat utang jangka panjang atau obligasi. Keuntungan lain dari pelemahan dolar AS memicu penurunan imbal hasil surat utang negara (SUN).

Dirjen PPR Kemenkeu, Robert Pakpahan mengungkapkan, tekanan rupiah yang sempat menyebabkan lonjakan imbal hasil (yield) SUN kini berbalik arah. Posisi yield mengalami penurunan selama beberapa hari terakhir sejak rupiah terapresiasi.

"Kalau rupiah melemah, yield kan cenderung naik karena harga obligasiya cenderung turun. Jadi penguatan rupiah akhir-akhir ini membantu menurunkan yield SBN cukup signifikan," ujar dia saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (12/10/2015).

Lebih jauh Robert mengatakan, rata-rata tertimbang yield SUN dengan jangka waktu 10 tahun saat ini merosot di kisaran 8,6 persen-8,7 persen dari sebelumnya mengalami kenaikan tinggi sekira 9,6 persen-9,7 persen.

"Jadi sangat dipengaruhi penguatan rupiah, kan apresiasinya 100 Bps dalam beberapa hari terakhir. Tapi ternyata pemain asing banyak berperan," ujarnya.

Dorongan penurunan imbal hasil surat utang, dia bilang, terjadi karena tingginya permintaan pembelian surat utang Indonesia di pasar sekunder.

"Kalau rupiah menguat, asing banyak masuk sehingga demand terhadap obligasi kita di pasar sekunder semakin kuat, ini menjadi dorongan yield positif turun," tegas Robert. What Is A Reading Journal

Free Instagram Post Baca berita terkini dan terpercaya di Itworks Business Cards Blog/Forums How To Write